Selasa, 18 Maret 2014

TIVI KABEL TANPA "KABEL SORTIR"

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh sahabat blogger.

Televisi Kabel
Punya Google
Sahabat blogger di daerah saya khususnya Parepare dan Barru, hampir setiap rumah itu menggunakan layanan tivi kabel. Layanan tivi kabel ini maksudnya adalah layanan siaran tivi yang disambungkan melalui kabel pada setiap rumah untuk menerima siara tivi yang lebih banyak tanpa harus menggunakan antena tersendiri. Jika dahulu, untuk menikmati siaran tivi swasta kami harus membeli parabola yang harganya cukup mahal. Tapi sekarang dengan adanya layanan tivi kabel ini, kami merasa diberi "kemudahan" mengakses siaran tivi swasta bahkan siaran tivi dari luar negeri karena cukup dengan mendaftar dan membayar setiap bulannya. Berbeda sekali waktu Tika masih tinggal di Makassar, disana tidak perlu menggunakan tivi kabel karena cukup memasang antena tivi maka secara langsung akan menayangkan siaran tivi swasta dalam negeri. Hanya saja, tidak dapat menangkap siaran tivi luar negeri tentunya.

Tapi dalam postingan ini Tika ingin membahas mengenai dampak negatif dari tivi kabel. Karena menurut saya tivi kabel ini lebih cenderung ke arah negatif bagi para generasi muda kita. Kenapa saya bilang demikian, karena sejak menetap di kampung saya kadang meluangkan waktu untuk nonton tivi. Yah, sekedar informasi dirumah saya juga menggunakan layanan tivi kabel yang menayangkan siaran tivi luar negeri seperti India, Cina, Malaysia, Hongkong, dll. Sejujurnya, saya pribadi senang sekali menonton beberapa siaran tivi nya seperti HBO, FOX MOVIE, dan THRILL. Karena cukup menghibur dengan tayangan film-film nya, bahkan ada yang masih Premier. Pokoknya suka deh, referensi filmnya bagus. Taaaaaaapiiiiiiiiiiiii, ada tapinya nih. Film-filmnya tidak ada sensor sedikit pun dari tayangan yang berbau "dewasa". Inilah yang saya maksud dengan tanpa "KABEL SORTIR". Sebagai seorang Guru, saya khawatir dengan kondisi ini.

Dan, semua pasti setuju kan? bahwa ini akan memberi efek negatif bagi masa depan generasi kita ke depannya. Dengan mudahnya anak-anak mengakses film-film yang belum layak dia tonton, dimana pola pikir belum mampu membendung hasrat yang bergelora. Dimana kebijaksanaan belum menetap dengan manis di hati dan jiwanya. Yah, tentunya ini sangat meresahkan. Jadi menurut saya, dengan mudahnya masyarakat mengakses film-film yang tidak layak tonton ini pemerintah semestinya memiliki aturan tersendiri mengenai hal ini. Bahkan mesti lebih ketat juga membatasi siaran yang di bolehkan untuk dinikmati masyarakat. Ini mungkin solusi sederhana, tapi bisa lah untuk jadi bahan pertimbangan ke depannya.

Nah, bagaimana pendapat sahabat-sahabat blogger sendiri mengenai siaran tivi yang saat ini bebas untuk kita nikmati tayangannya di rumah?. Oke, segitu aja sih yang mau Tika tuliskan kali ini.

Sekian, 
Salam Etika,

31 komentar:

  1. selamat pagi mbak etika saya jadi teringat mbak kalau saya sih dulu waktu kecil dilarang nonton film-film yang khusus buat orang yang dewasa tapi sekarang dibolehkan saja karena katanya sudah dewas sudah tahu kalau itu hanya film untuk hiburan saja bukan harus dipraktekan bila memang itu tidak bagus ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Numpang koment disini Mbak Tika saya harus waspada pada
      Siaran TV Jaman sekarang yah Mbak? apalagi untuk anak-anak

      Hapus
  2. good morning mbak maria :) sekarang bukan hanya tv parabola aja mbak, tv dalam negeri jg banyak acara yg gak pantes ditonton anak2, hmmm sangat memprihatinkan :(

    BalasHapus
  3. Disinilah peranan orang tua. Anak bisa mengakses konten dewasa di rumah tentu karena batuan/ fasilitas yang disediakan orang tua.
    Kalo memang peduli sama Anak, sebaiknya ya jangan menyediakan itu.

    Kalau memang itu merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus ada dirumah, sekarang jaman semakin canggih, carilah suatu produk yg menyediakan fitur Parental Controls

    BalasHapus
  4. selamat pagi mbak...waduh maaf ini saya belum sempat baca semua diuber waktu hehe....ngikut absen dulu azah :D
    tentang dampak negatif TV atau tayangan yang tidak layak ditonton, katanya beberapa stasiun TV nasinal kemarin2 ada yang dikenai sanksi oleh KPI karena tayangannya melanggar pedoman penyiaran...yah seperti goyang oplosan itu...mungkin itu berarti jangankan di tv kabel atau tv luar, tayangan2 di stasiun TV nasional pun banyak yang gak menddik yah, disinilah peran orang tua pastinya sangat dibutuhkan....

    maaf kalau komennya gak nyambung...biasanya juga begitu kan ? heheh

    BalasHapus
  5. Jadi kalau nonton TV harus didampingi gitu ya :D

    BalasHapus
  6. Semakin banyaknya film2 yang disiarkan di tv, dan adapun yang mendidik dan ada pula yang kurang mendidik dan sya stuju, seharusnya Orang tua harus mendampingi anak mreka kalau sedang mnonton tv.

    BalasHapus
  7. anak harus didampingi orang tua ketika menonton televisi, apa lagi yang mempunyai tv cabel

    BalasHapus
  8. malah bagus tow mbak tv kabel, menurut saya lebih mendidik tayangannya. misalnya klo gingin tambah wawasan tinggal nonton channel nat geo dsb..

    klo ada channel tv kabel yang menayangkan film tanpa sensor, trus ada anak2 yang nonton. ya itu salah orang tuanya lah, kok boleh/ tidak mengawasi anak. lagian kan banyaak channel tv kabel yang dikhususkan untuk anak.. ga melulu tayangan tv kabel merusak generas bangsa, tergantung channelnya,,

    BalasHapus
  9. oh, mbak Etika ini orang pare-pare toh ternyata, kirain orang jawa lho Mbak, berarti kita masih teangga Mbak :D, oh ya saya juga baru rencana mau pake tivi kabel Mbak :D

    BalasHapus
  10. saya rasa anak-anak harus didampingi orang tua ketika menonton televisi.

    BalasHapus
  11. Informasinya sangat bermanfaat.
    Update terus ya.. Terima kasih..

    BalasHapus
  12. dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, hal seperti ini harus dijauhkan dari anak-anak karena akan merubah cara pikir anak

    BalasHapus
  13. Selamat petang Mbak Tika, peran orang tua untuk memandu anak di bawah
    Umur, apalagi siaran TV Jaman sekarang banyaknya gak pada mendidik
    Apa lagi Tv Kabel, yang siaranya dari asing, harus waspada yah Mbak Tika :)

    BalasHapus
  14. Oh ya maaf Mbak Tika saya baru sempet Mampir dan bersilaturrahmi ke
    Blog nya Mbak ini, kemarin masih agak sibuk..sukses terus ya Mbak Tika?

    BalasHapus
  15. apa chanel-chanel tv luar negri yang sekirannya tidak pantas untuk ditonton apa ngga bisa dihapus dan pilih saja chanel tv yang siarannya pantas ditonton

    BalasHapus
  16. sekarang saja udah 'eeuuww' apalagi nanti kalo gue dah orang jadi orang tua yee.

    BalasHapus
  17. Kunjungan tengah malem mba etika :) Semoga selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani, Salam sukses :)

    BalasHapus
  18. makasih infonya mbak etika...

    ane tunggu artikel2 bermanfaat selanjutnya

    BalasHapus
  19. nah tuh...kalau ternyata tv kabel banyak negatifnya kenapa juga pake tv kabel...mendingan tv antena ajah atuh....endonesia banget kan...;o)

    BalasHapus
  20. TV nya di ganti dongengan buat anak2 saya.
    heheh, terimaksih dan salam kenal :)

    BalasHapus
  21. ane bungkus ya artikelnya...
    keren bgt...

    BalasHapus
  22. Wih Keren gan Artikelnya Sangat Bermanfaat, Terimakasih Telah berbagi

    Jika anda berkenan Kunjungannya ke >>> Kumpulan game PC <<<
    Anime
    Kumpulan MOD Gta San Andreas

    BalasHapus
  23. Terima kasih sudah mau berbagi dengan informasinya tersebut, semoga dapat bermanfaat untuk kita semuanya yang telah menyimaknya
    cara membesarkan penis

    BalasHapus
  24. Sebelumnya saya ucapkan selamat pagi untuk anda semua. Seperti biasa saya kembali berkunjung disini untuk mencari kabar terbaru. Tertarik dengan situs yang anda kelola, bisa menjadi acuan bagi saya untuk belajar menjadi master blog yang baik. Semoga semakin maju.

    how to make house

    BalasHapus
  25. Semoga anda selalu sukses, dan terimakah untuk informasi yang bermanfaatnya sangat membantu

    house design minimalist

    BalasHapus
  26. artikel yang berguna, thaks gan

    BalasHapus