Rabu, 21 Maret 2012

"MENUNGGU" KEAJAIBAN

Keajaiban
                                         Keajaiban adalah kata yang terpilih hari ini, entah kenapa kata itu yang terlintas. sewaktu aku bertanya pada diri sendiri, "apa yang engkau harapkan hari ini etika?"

Dan aku menjawab "keajaiban"

                                Aku sendiri menjadi bingung, keajaiban seperti apa? sementara ku sadari dengan pengetahuan yang sedikit ini telah ku pahami bahwa setiap saat dalam perjalanan hidup ini adalah keajaiban. bahkan hadirnya kita di dunia ini itu sendiri adalah keajaiban. demikian juga dengan hadirnya semua makhluk di muka bumi ini.



Lalu keajaiban apa yang aku tunggu??
Aku mencoba untuk menemukan beberapa makna tentang keajaiban, dan seperti apa orang-orang memaknai keajaiban?
Jika Grand Master Choa Kok Sui memaknai keajaiban dengan kalimat “Keajaiban adalah peristiwa fantastik yang memanfaatkan hukum alam tersembunyi yang tidak disadari keberadaannya oleh kebanyakan orang. Keajaiban tidak bertentangan dengan hukum alam. Sebenarnya mereka berlandaskan padanya.” 
dan ada juga yang menyebutkan bahwa keajaiban adalah ketika benih-benih tumbuh dalam rahim jutaan orang Ibu, seperti ketika benih-benih tumbuh menjulang menjadi pohon di tanah yang gembur. intinya adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh pihak kedua, atau ketiga entah itu rsional atau pun tidak rasional.
Sehingganya aku memahami bahwa "Keajaiban adalah saat diriku percaya bahwa kenyataan yang tidak mungkin menurutku, kemudian terjadi karena sebab lain."
Menunggu keajaiban??
                    Ada yang mengatakan bahwa keajaiban itu bukan sesuatu yang di tunggu, tapi mesti di ciptakan. saya memahami kalimat itu dengan positif, bahwa segala yang kita tuai adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tabur. jika kita menanam padi, maka akan panen padi tentunya.

                    Tapi, seseorang yang berTuhan, pasti akan percaya bahwa ada hal yang diberikan Tuhan kepada umatNya tanpa harus menunggu seseorang itu berusaha dulu. dan ketika kita tidak percaya pada hal yang demikian, maka akan ada "sedikit" pengingkaran atas keMaha Besaran Tuhan.

                    Menunggu keajaiban, ketika dimaknai secara pasif maka jelas akan terpahami sebagai sesuatu yang mau enaknya saja. mau mendapatkan sesuatu tanpa usaha. Tetapi ketika menunggu dimaknai sebagai sesuatu yang aktif maka jelas kata menunggu akan berubah makna.

                    Saya memaknai menunggu dengan makna seperti ini, bahwa dalam berusaha mencapai apa yang kita impikan, kita dalam keadaan menunggu. menunggu secara aktif impian itu terjadi. karena tidak ada sesuatu apapun yang kita lakukan semata murni atas upaya kita, tapi ada campur tangan keajaiban di dalamnya.


                     Tapi keajaiban akan kehilangan "rasa" ketika hal itu kita maknai biasa, bisa saja ajaib buat saya, tetapi untuk orang lain bisa menjadi sangat biasa. sehingganya untuk menemukan keajaiban kita butuh "kepekaan jiwa"

                      Di akhir postingan ini, yang terpikir adalah bahwa "setiap usaha yang kita lakukan memberi efek tersurat dan efek tersirat atas perjalanan hidup kita" dan yang tersirat itulah yang merupakan "KEAJAIBAN", tergantung dengan apa anda "merasai" keajaiban...

SaLam Etika!!

1 komentar: