Tampilkan postingan dengan label Women Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Puisi Yang "MENGENDAP"

Merenung


Puisi ini di tulis pada tahun 2010 bulan Februari, entah tanggal berapa saya sudah lupa, terlebih-lebih lagi saya belum memberinya judul hingga hari ini. hehehe :)

Rabu, 21 Maret 2012

"MENUNGGU" KEAJAIBAN

Keajaiban
                                         Keajaiban adalah kata yang terpilih hari ini, entah kenapa kata itu yang terlintas. sewaktu aku bertanya pada diri sendiri, "apa yang engkau harapkan hari ini etika?"

Dan aku menjawab "keajaiban"

                                Aku sendiri menjadi bingung, keajaiban seperti apa? sementara ku sadari dengan pengetahuan yang sedikit ini telah ku pahami bahwa setiap saat dalam perjalanan hidup ini adalah keajaiban. bahkan hadirnya kita di dunia ini itu sendiri adalah keajaiban. demikian juga dengan hadirnya semua makhluk di muka bumi ini.



Selasa, 13 Maret 2012

ORANGTUA BATU vs ORANGTUA AIR

                                  Artikel ini saya baca di sebuah page sekolah orang tua, kemudian saya bermaksud share kepada teman-teman berharap bisa bermanfaat....


                                  Pernahkah anda melihat batu? Bagaimanakah bentuknya? Bagaimanakah permukaannya? Bagaimanakah kekerasannya? Bagaimanakah ketahanannya terhadap erosi? Ya batu mempunyai banyak bentuk. Dan rata-rata permukaannya keras kecuali batu apung. Tetapi sekeras-kerasnya jika batu tersebut terjatuh dan terbentur benda keras lainnya maka batu itu akan terkikis dan jika sering terjatuh atau terbentur maka ia akan mengecil juga.

Sabtu, 10 Maret 2012

Tetap ada KAU meski hanya berupa TITIK

Seseorang bercerita kepadaku tentang kesakitannya, karena sebuah masalah yang membuatku terguncang akan setiap untaian katanya yang begitu pilu... membuat kelu lidahku, tak tahu hendak berkata apa... dan tentunya kalimat dalam tulisan  ini telah berbaur dengan gaya Etika Maria, hehehe...

Suatu hari dia menemuiku bermaksud untuk silaturahmi dan sedikit berbagi kisahnya

Ketika ia tiba dan rasa kangen telah sedikit sirna oleh pertemuan, ia pun memulai ceritanya

"Ada kisah yang sangat menyayatku 2 tahun terakhir ini sejak kita tak bertemu lagi, betapa menyakitkannya hingga setiap kali mengingatnya, benciku menyeruak, seseorang yang telah ku percayai dengan sangat, telah berkhianat... kesakitan yang amat sangat menyelubungiku

Jika rasa sakit itu terasa lagi, sangat pedih... semakin dalam rasanya, dan aku hanya bisa "menikmati" segenap kesakitan itu dengan tangis...

Senin, 05 Maret 2012

SPASI HUJAN

Menikmati hujan
                       Ada nyanyian hujan disini yang tak memberi jeda bagi matahari, ada banyak pula ketukan yang tak ber-spasi mencipta lagu tentang denting hujan.

Dan hujan memberiku jeda menikmati semerbak bau tanah, menyimak ketukan gemericik air, merasai basah dari tetes-tetes air, dan menghirup aroma bunga yang di hempas angin. namun keseluruhannya hanya menggerus pikirku, dan membuatku tersudut rasa.

Minggu, 04 Maret 2012

MARIA DAN SABDA CINTA


MARIA...
MARIA adalah sebuah nama yang sangat erat kaitannya dengan kristen, namun sejauh yang saya pahami adalah MARIA dan MARYAM merupakan satu sosok yang di tunjuk dalam satu nama. dan saya akan lebih leluasa untuk menyebutnya Maria pada tulisan ini.

Kita ketahui bersama bahwa yang disebut Maria dalam pahaman umat Kristiani, yaitu seorang perempuan yang telah melahirkan sosok manusia luar biasa dan dikenal dengan nama Isa (As). Demikian juga dalam pahaman umat Islam, Maryam telah melahirkan seorang Nabi yang telah mengguncang pintu akal dan spiritual umat manusia dengan mukjizat kenabiannya. Pembicaraan saya ini terlepas dari Isa adalah seorang anak tuhan atau kah seorang Nabi. Sehingganya kali ini saya sangat setuju dengan kalimat yang mengatakan bahwa apalah arti sebuah nama (shakespear) jika objek yang kita maksudkan itu sama.

Maria adalah Maryam, dan Maryam adalah Maria

Sabtu, 03 Maret 2012

MAWAR DI CELAH-CELAH BATU


Setangkai mawar mengering di sisi genangan hujan,
terlindas sejarah perjalanan hidup.
tumbuh pilu di tanah subur pada celah-celah batu,
mengais kehidupan dalam duka.
dalam perihnya jemari akar mengais sela.

Sabtu, 04 Februari 2012

MENETRALKAN "TANGIS"

Kehidupan ini penuh Liku tentunya, ada kaLanya kita sendiri, ada kaLanya kita bersama dan bergembira, menangis, dan tertawa. Tapi akan sangat menyedihkan jika harus menangis daLam kesendirian.

Menangis merupakan saLah satu cara untuk mengungkapkan rasa, entah itu saat bahagia (biasa disebut terharu),atau itu ketika sedang sedih. Dan kondisi ini sesungguhnya yang akan sangat terasa pahit, menangis karena sedih, dan terLuka lalu sendiri tak ada sesiapa.

Senin, 19 Desember 2011

KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN PEREMPUAN


Wanita Ibarat Mawar


Ketika TUHAN Menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-6.
Malaikat datang dan bertanya ” Mengapa Begitu lama TUHAN?

TUHAN menjawab “Sudah kah engkau liat semua detail yg AKU buat untuk menciptakan mereka?” 2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dr plastik.


Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.

Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.

Rabu, 23 November 2011

PEREMPUAN DISEBALIK "WACANA"


                             DaLam sebuah perenungan di hari-hari Libur, terpicu seteLah membaca artikeL-artikeL hasiL gugLing. Lagi-Lagi mengenai perempuan, membincangkan perempuan seoLah tak ada ujungnya. disetiap Lini kehiduapannya tak habis-habis peristiwa yang menyerempetnya. Sehingga yang dapat saya tangkap daLam setiap pembahasan tentang perempuan adaLah  terjadinya kekerasan.




                           Ketika anda bertanya pada aktivis LSM/LBH, atau aktivis BURUH, atau kepada seorang Mahasiswi maka jawaban mereka pasti akan sedikit berbeda-beda sesuai dengan bidang kajian mereka. Sang aktivis LBH akan membahas tentang Traficking dan TKW, Buruh akan membahas tentang Cuti HamiL dan ketidak adiLan ekonomi buruh wanita, dan seterusnya.


                                 Saya berpikir bahwa, kekerasan terhadap perempuan ini tidak semata berasaL dari Luar perempuan sendiri. tetapi bisa juga yang menjadi saLah satu faktornya adaLah diri perempuan itu sendiri. maksud saya, perempuan tersebut membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan "kekerasan". SeLain itu, wacana tentang kekerasan juga semakin di pertajam. sehingga yang tertuang daLam poLa pikir perempuan adaLah bagaimana meLakukan perLawanan dan mengatasi kekerasan.


                             Tidakkah kita terpikir bahwa wacana kekerasan ini akan sedikit terobati ketika wacana yang kita pertajam adaLah wacana bagaimana mendidik dan mencerdaskan para perempuan-perempuan kita. atau apakah kekerasan memang sudah mewakiLi keseLuruhan kondisi kita?? saya pikir tidak..


TO BE CONTINUED

Jumat, 30 September 2011

Ma Yan

Pertama kaLi menemukan bukunya, sudah muLai tertarik. ketika terbaca oLehku sebuah kaLimat "perjuangan dan mimpi gadis kecil miskin di pedalaman China untuk meraih pendidikan". dan tanpa ba bi bu Lagi, ku masukkan buku itu ke daftar beLanjaan di sebuah toko buku. sembari berpikir bahwa buku ini bisa menjadi bahan "bergaul" dengan LiLin2 Masa Depan di sekoLahku.

Namun seteLah membacanya, ada haL yang mengejutkan daLam pembahasannya. aku menemukan bahwa buku ini seLain membahas tentang perjuangan seorang gadis keciL, juga membahas tentang bagaimana seorang Ibu meyakini kemampuannya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya dan cita-cita anaknya. dimana perjuangan ini bukan haL yang mudah karena ada sebuah upaya untuk mendobrak pemahaman awamnya tentang perempuan dan kemiskinan yang di aLaminya.

Bahwa menjadi seorang perempuan itu tidak mudah, waLaupun ia tidak harus pergi berperang, berburu, dan tidak mesti terLaLu pandai daLam arti tidak perLu bersekoLah. perempuan hanya perLu mendapatkan kepandaian apa adanya, LaLu segaLa persoaLan akan terseLesaikan dengan cara menikah Lewat perjodohan, meLahirkan anak-anak dan mendidiknya menjadi generasi penerus sebagaimana pendahulunya (orang tuanya). intinya bahwa seorang perempuan daLam pahaman Bai Juhua (Ibu Ma Yan), harus senantiasa patuh meski kepatuhan itu menempatkan dirinya pada hak-hak yang tereliminasi.

saLah satunya mengenai perjodohan, daLam tradisi china di Zhanjiashu seorang perempuan yang menoLak sebuah perjodohan yang diberikan maka kemungkinan besar ia akan mengaLami kesuLitan pada proses perjodohan seLanjutnya. oLeh karena itu ia harus mencari jodohnya sendiri, menemukan Laki-Laki yang bersedia menikah dengannya. biLa haL semacam ini terjadi, itu berarti suatu aib besar menimpa seLuruh keLuarga. di tambah Lagi Mao Zedong (Pemimpin Besar China periode 1958-1962) daLam ajarannya mengatakan bahwa "perempuan bagaikan penggaLan surga".

Sehingga daLam dirinya timbuL berbagai tanya seperti: mengapa aku tidak memiLiki hak untuk menentukan piLihanku sendiri? apaLagi menoLak piLihan yang ditentukan bagiku? mengapa yang kumiLiki hanya kepatuhan? apakah surga hanya berisi kepatuhan semata, sehingga aku sebagai penggaLannya harus senantiasa membawa serta kepatuhan itu kemana pun aku pergi??

Tetapi kemudian, reaLitas yang ia aLami memberi penegasan bahwa perempuan memang harus patuh waLaupun kepatuhan itu menempatkannya pada hak-hak yang tereLiminasi dan tersingkir dari keutamaan.
=================================

TO BE CONTINUED.........

Selasa, 05 April 2011

Mawar yang belum mengerti bahasa air


                              Mawar terkadang dinisbatkan bagi seorang perempuan. Banyak hal yang ada dalam dirinya yang belum dikenali. Pengenalan awam menuntun untuk mencerna hakikat dirinya. Tanah yang jadi pijakannya, tangkai yang jadi tonggak berdirinya, daunnya yang memberinya materi untuk kehidupannya, duri yang dapat melindunginya,. Apa dan bagaimana hadirnya bagi mawar? Begitu pula pertanyaan bagi kaum kita perempuan dengan segenap potensi dan amanah yang diberikan kepadanya.