Senin, 25 April 2011

BERPIKIR BEBAS

 
Akal masih bisa di kelabui oleh akal2 sehat yang lain dalam verifikasi kebenaran, sehingga berpikir adalah sebuah kemestian bagi kita untuk menemukan kebenaran

apatah lagi dalam hal beragama, yang sangat urgen karena berkenaan dgn sifat2 fitrawi, ato sisi kemanusiaan kita


Islam sebagai salah satu agama juga tidak membatasi umatnya dalam melakukan pengkajian, verifikasi kebenaran pada setiap hal dalam ajarannya. Sebagaimana dalam beberapa ayat tlah di sebutkan ttg "org2 yg mengetahui" dll

sehingga dapat kita katakan bahwa dalam islam tak dikenal istilah "taklid buta".

Akal sebagai alat untuk menggali sumber2 islam yaitu qur'an dan hadist, perlu kebebasan sehingga dia bebas mengelaborasi sampai di temukanx argumen yg rasional

akal bebas adalah akal yang meronta ronta untuk berani berpikir tanpa di sertai ketakutan akan di marahi Tuhan. Ketika kepercayaan akan adanya Tuhan, al qur'an serta Rasul maka hormat terhadap ajaran hanya karena ajaran formal, bukan materil. ~ ahmad wahib ~

bila dalam menilai sesuatu kita sudah bertolak dari suatu asumsi bahwa ajaran islam itu baik, dan paham2 lain di bawahnya lebih rendah. Ajaran islam yang terbaik,jadi ketika ada yang tidak cocok dengannya, kita taruh dalam tingkat nilai di bawahnya. Maka dari itu butuh pemikiran yang lebih untuk menemukan asumsi2x

Berani berpikir bebas berarti berani membedakan 2 hal, misalnya ttg ajaran2 islam:
1. Pendapat islam
2. Kebenaran menurut akal kita

so,kita tidak boleh takut2 memilih,
1. Mengatakan bahwa x cocok dengan ajaran islam atau minimal tidak bertentangan
2. Mengatakan bahwa x lebih baik dari ajaran islam

selama ini kita terkadang tidak berani melakukan yang kedua walaupun kita tidak melakukan yang pertama.
So,timbul konflik / split

kenapa kita takut untuk berpikir bebas? Atau kenapa berpikir bebas hendak di batasi?

Apakah Tuhan itu takut terhadap RASIO yang di ciptakanNya sendiri?

Sementara menurut ahmad wahib bahwa "Sesungguhnya orang yang mengakui berTuhan tapi menolak berpikir bebas berarti menghina rasionalitas eksistensinya Tuhan. Jadi menghina Tuhan karena kepercayaannya hanya sekedar kepura2an yang tersembunyi

orang2 yang berpikir walaupun hasilnya salah, masih jauh lebih baik daripada orang2 yang tidak pernah salah karena pernah berpikir.

Jelek tulisannya?
BIARIN..
Yang penting menulis
^_^

2 komentar: