Kamis, 04 April 2013

Jaim = JAGA IMEJ

sumber bebutterfly wtupperware. blogspot.com


Jaim, tentunya kita semua pernah mendengarnya. atau malah kita adalah pelakunya? Ja-Im adalah singkatan dari kata Jaga-Image yang merupakan suatu perilaku untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya dengan mengharapkan orang lain menganggap subjek sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang tenang, dan berwibawa. Jaim seringkali bukan merupakan perilaku yang sebenranya sih, tetapi dalam arti yang positif Jaim lebih di maksudkan pada sikap untuk menjaga perilaku agar tetap tenang dalam menghadapi situasi yang sulit.
Jaim kadang dimaknai negatif oleh sebagian orang. tetapi buat saya, bukanlah sesuatu yang negatif selama kita mampu mengambil "ibrah" darinya. Jaim bermakna positif ketika Imej yang dimaksud tidak semata menunjuk pada person yang melakukannya. sehingga tidaklah patut jika sekedar di labeli positif tapi malah bersifat Trandsenden.

Ada beberapa contoh yang dapat saya berikan:
Seorang wanita yang beragama Islam dan berusaha untuk menerapkan aturan-aturan syar'i yang karenanya itu ia membentuk (mengkonstruk) suatu imej (gambaran) ideal mengenai "sosok wanita sholehah"

Seorang mahasiswa yang memakai T-Shirt plus celana jeans robek-robek, rambut gondrong, jarang mandi, mengoleksi tali temali dengan berbagai simpul, dll. Dengan melihat ciri-ciri dan tingkah polah tersebut sudah jelas sedikit banyaknya sebagian orang akan menyimpulkan mahasiswa itu adalah seorang anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam).
(hehehe, saya mengambil contoh ini karena ini yang terdekat yang sedikitnya bisa saya pahami ciri-cirinya. adik saya yang turut serta dalam setiap kegiatan anak-anak Mapala di kampus nya)
NYAMBUNG GAK SIH?

Dan satu lagi, seseorang yang dengan sengaja dan secara sadar menjaga imej nya untuk menunjukkan kebenaran tentang sikap pemimpin yang selayaknya. Yang telah menjadi tugas atau tuntunan dari orang-orang yang menjadi bawahannya atau orang-orang yang dipimpinnya. Misalnya, Presiden kita, atau guru kita di sekolah? dan lain-lain...

Ada Lagi? Silahkan di tambahkan sendiri...

Dan dari keseluruhan "imej" yang kita bentuk (jaga) itu, entah sengaja ataupun tidak sengaja akan memicu orang-orang di luar kita untuk menilai citraan kita yang nantinya berkenaan dengan penilaian orang-orang terhadap karakter dan kepribadian kita. Entah itu positif ataupun negatif, tergantung dari bagaimana cara pandang atau pola pikir orang-orang yang menilainya.

Lalu bagaimana suatu sikap Jaim bermakna Transenden? saya berpikir kayak gini, seseorang yang belajar agama atau hal-hal yang benar (benar beda loh dengan baik, karena baik belum tentu benar dan benar sudah pasti baik). Ketika ia menjaga imej karena citra agama yang dipelajarinya, perkataan Tuhan yang diagunkannya, maka tanpa di sadarinya ia tidak jaim personal saja, tetapi transenden. Dan ketika ia membiasakan diri untuk selalu berada dalam "jalan lurus" Tuhannya, maka sifat-sifat itu akan menjadi karakter dan kepribadiannya dan kelak itulah dia.

Dan setiap orang pasti tahu bagaimana membedakan jaim positif dan jaim negatif...
Hayo hayoooo :)

Gak ilmiah banget yah catatan ini? Tapi inilah yang terpikir di kepala saya saat menghadapi lembar kosong elektronik ini. Lagipula kalo saya salah, mohon diajari asal jangan di hajar :)
**SeLamat Jaim

SaLam Etika

108 komentar:

  1. jaim sudah dirampok maknanya, layaknya pencitraan sudah dirampok maknanya. Celakanya yang merampok kelakuan orangnya kok ya bercitra negatif jadi jaim lebih dimaknai negatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju...
      Terimakasih atas kunjungannya

      Hapus
    2. selamat malam mbak, gimana jaimnya sukses apa nggak ?hehe

      Hapus
  2. Hmmm, jaim positif juga bisa jadi negatif..
    misalnya sering sholat ke masjid biar dipandang alim.. ^^

    Asalkan jaim dengan ikhlas karena mengharap ridho Allah.. Insya Allah dapat pahala..

    Makasih dah follow, dah follback Ukhti..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin kita mesti bedakan jaim dengan riya yah mas...

      Menurut saya jaim itu karena alasan universal, tapi kalo riya dia tujuan personal... mohon di perbaiki jika saya salah

      Hapus
    2. Iya, bener koq jaim yg negatif bisa membawa ke riya' gitu to... ^^

      Hapus
  3. Saya nyimak dulu mbak....tar d sambung lagi

    BalasHapus
  4. Wah dapet ilmu nih ... Ga selamanya JaIm itu jelek ya mbak ... Salam kenal ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dalam diskusi mas...
      baru sekedar pendapat dari saya :)

      karena setiap kita bisa jadi punya pemahaman dan definisi yang berbeda mengenai jaim

      Hapus
  5. Balasan
    1. HHwhhww baru keliatan di KPK Tropps nih Vpie
      Selamat datang di komunitas KPK Troops
      Saya rekomendasikan untuk bergabung dalam Komunitas KPK
      Welcome to the Jungle

      Hapus
  6. jaim positif aja deh. karena waktu yang bergulir.
    saya sekarang bapak-bapak, nggak pas lagi buat pake jins belel pake gelang tali prusik. sekarang udah tobaat, pengin jaim positif ajaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...
      Usia mendewasakan seseorang, atau keadaan yang mengharuskan kita dewasa?? :)

      Hapus
  7. blog walking mbak, wah templateny bgus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih,
      Punya mbak Nia juga bagus...

      Hapus
  8. jaim selalu identik dg negatif.. padahal itu anggapan yang salah...

    BalasHapus
  9. nyimak dulu, masih baca setengah. hehee

    BalasHapus
  10. Mungkin nggak maksud jaim tapi cuma ingin lebih banyak diam untuk hal-hal yang dirasa tidak perlu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, termasuk juga demikian...
      Ketika seseorang dapat memilah hal2 yang ia perlukan

      Hapus
  11. kalo saya lebih suka pake istilah jaiz, alias jaga izzah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kirain jaga izazah.. eh ijazah ding ya..

      Hapus
    2. kalau saya suka JARI alias JAga diRI.. :P

      Hapus
    3. Hehehe...
      Terimakasih atas kunjungan teman2 sekaLian :)

      Hapus
  12. ktika saya bersikap jaim yg transenden *njiplak istilah* kadang dibilang "sok suci", maka saya jawab "mending, drpd sok bejat"

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah setuju banget :D huehuehe

      Hapus
    2. SEPATU juga
      (SEPAkat dan seTUju)

      Hapus
  13. Kata Jaim emang sudah ta asing lagi, dan begitu pula orang2 yg seperti di gambarkan di atas sering kita jumpai dlm kehidupan

    BalasHapus
  14. jaim itu juga lebih mirip seperti pemalu juga ya mbak,..
    hhe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak juga, karena ada yang pemalu tapi tidak mampu mem"baik"kan imej :)

      Hapus
  15. emm.,

    aku kira2 termasuk orang yang jaim gak ya??

    hhehee.,

    au ah.,
    enjoy aja :D

    BalasHapus
  16. iya mba, jaim kadang dilakukan oleh seseorang untuk mencari pencitraan yg diingikan, biar di nilai plus di mata orang lain, klo saya lebih baik jadi diri sendiri aja deh, mudah-mudah kita selalu berada di jalan-Nya, Amiin. terim akasih telah berbagi mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjadi diri sendiri itu, seperti apa maksudnya yah??

      Hapus
  17. oh iy, izin follow y mba, terima kasih

    BalasHapus
  18. kunjungan pagi" hari...
    nice post

    BalasHapus
  19. klo jaimnya positif & bukan hanya utk pencitraan mah bagus ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, jika maksudnya untuk mendidik diri menjadi lebih baik...

      Hapus
  20. jujur saja mbak, baru kali ini saya membaca artikel tentang jaim dan baru sekarang saya mengerti kepanjangannya dan sampai sekarang saya belum paham dengan kata jaim.

    BalasHapus
  21. Saya malah selama ini tidak tau kalau jaim itu dimaknai negative,, hoho. Soalnya saya memang selalu jaim, tapi tergantung tempat dan orang sekitar juga sih. Menampilkan akhlaq yang baik pada setiap orang, walaupun sebenarnya masih banyak kekurangan disana-sini. Dan sewajarnya bagi seorang Muslim untuk menampilkan apa-apa yang akan menimbulkan kecintaan manusia kepada Tuhannya

    Salam Ukhuwah (^_^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, karena segala sesuatu yang melekat dalam diri kita akan terikut buruk ketika kita melakukan hal yang tidak sewajarnya...

      saLam ukhuwah :)

      Hapus
  22. Jaim ada yang positif ada juga yang negatif ya

    BalasHapus
  23. ahha
    ini yang ga pernah aku lakuin. aku cenderung seenaknya ga mau mikirin orang lain komentar apa. selama ga nonjokin orang, sebodo amat orang menganggapku miring juga

    dimataku orang jaim itu cenderung mendekati munafik...
    maap buat yang merasa jaim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat besar perbedaan antara munafik dan Jaim,

      Jaim bukan berarti tidak menjadi diri sendiri, karena jaim dalam definisi saya sebatas pengetahuan dan pengamatan bahwa Jaim adalah hasil berpikir yang teraktual dalam sebuah tindakan...

      Setiap kita manusia tidak ada yang lahir dengan 1 identitas (ini sekali lagi menurut saya), ada banyak identitas yang menmpel bersamanya... misalnya, identitas orangtua kita, agama yang kita anut, bangsa kita, dan sebagainya

      Nah, disini lah saya pikir perlunya itu...

      sehingga saya mendefinisikan bahwa Jaim adalah sebuah tindakan yang merupakan hasil olah pikir, jika dikatakan bahwa "CENDERUNG SEENAKNYA GAK MAU MIKIRIN ORANG LAIN KOMENTAR APA" itu anda menunjukkan imej baru untuk diri anda

      #Mohon kritiknya kalo saya salah, sekedaru untuk di diskusikan maka tema ini hadir

      Terimakasih kunjungannya

      Hapus
    2. ga ada yang salah kok
      itu manusiawi karena setiap orang kan punya pemikiran berbeda beda termasuk batasan jaim itu. aku berpikir begitu karena yang aku anggap jaim adalah orang yang keterlaluan dalam pencitraan. lebih mementingkan sisi gengsi ketimbang fungsi. ini yang terkadang membuat orang tidak jadi diri sendiri.

      dan ini banyak contohnya di sekelilingku. di rumah rajin ibadah begitu keluar jadi liar. di blog suka dakwah, tapi pakenya software bajakan dan nyolong waktu atau internet kantor. ini yang aku sebut jaim.

      beda dengan orang yang selalu tampil keren, tapi karena dia emang beneran keren dalam keseharian, ga aku anggap jaim. pake gadget mahal ga cukup satu, karena memang dia mampu dan butuh untuk mendukung kerjaan itu juga ga masalah. tapi kalo buang uang cuma untuk dibilang gaul, cuma butuh agar di status muncul via bb, menurutku sudah masuk kategori riya aka munafik.

      kata seenaknya ga mikirin orang lain pun bukan berarti tanpa batasan. karena mengikuti setiap omongan orang bisa membuat kita kehilangan jati diri. takut jadi omongan, orang seringkali jadi mengada-ada dalam penampilan sampai melupakan hati nurani.

      batasan yang aku pake, sejauh tidak nonjokin atau menebar fitnah ke orang lain, tak peduli orang ngomong apa selama aku enjoy ya aku lakukan.

      itu sebabnya kenapa di blog aku lebih suka cerita pengalaman diri sendiri ketimbang ceramah bak ustadz. aku kan belum pernah jadi ustadz, berarti yang aku ceritakan tar cuma katanya dong. beda kalo itu pengalaman diri sendiri, biarpun orang lain anggap negatif itu merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

      misalkan aku cerita tidur ngelonin panci, mau orang lain protes kaya apa juga ga ada artinya. panci panci aku, mau diapain juga terserah aku. hehe

      kira kira begitu, bu...
      senang aku diskusi disini...
      adem...

      Hapus
  24. saya sering ditegur jangan jaim-jaim, itu artinya apa sih sebenarnya

    BalasHapus
  25. slmat mlm sbt. Trmksh dah brbgi postingan yng sngat bgus skali sobat.

    BalasHapus
  26. Saya jaimer baik hati kok mbak Etika???? hihihihi

    BalasHapus
  27. Mungkin sesekali perlu.... Buat di lakuin hal itu...
    Di saat,di mana...di waktu sama dengan siapa....
    Kalo negativ dan positiv nya...biasanya orang yg melihatnya...lebih tahu ketimbang orang yg ngelakuinnya...
    #betul ndak...(ndak....hehe)

    BalasHapus
  28. Demi jaim kadang rela merogok kocek biar tampak pempesona. Nyambung kagak hayooo ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya yang "diatas" yang tau, hehehe :)

      Hapus
  29. kunjungan perdana nih, sis..salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kunjungannya, dan saLam kenaL :)

      Hapus
  30. nyimak aja gan.. nice post..
    kalau berkenan mampir ya ke blogku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kunjungannya, segera meluncur ke sana :)

      Hapus
  31. saya pilih jaim positif karena jaim itu kadang diperlukan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali,
      Terimakasih kunjungannya :)

      Hapus
  32. Sebenarnya ngeja'im itu di perbolehkan apa di larang ya he.he.he??

    BalasHapus
  33. Saya kira jaim itu orang yang suka usil atau suka ngegangguin orang rupanya disini jaga image yah :)

    BalasHapus
  34. hahahaha saya dlu di katain cowo jaim sama mantan :(

    kowkw negativ lah

    BalasHapus
  35. setengahnya jaga imej itu tidak perlu di lakukan jika nantinya akan berdampak negatif kepada diri kita.
    katanya sih gitu

    BalasHapus
  36. Jaim itu ya kadang boleh kadang juga ngga yah, tergantung sikon sih...saya baru denger ada jaim positif da negatif hehe...

    BalasHapus
  37. serba salah ya sob. mau jaim positif disangka yg engga2.

    BalasHapus
  38. mainnn kesini biar ketularan jaim *ehhhh

    BalasHapus
  39. Kadang teman2 sekantor mbilangin ªķku̶̲̥̅̊ jaim (.̮)‎​​♓éђё(.̮)‎​​♓éђё , nice posting..

    BalasHapus
  40. yg penting jaimnya bersifat positif okelah..kalau kebiasaan bersikap jaim secara positif lama kelamaan postif benar dech prilaku hidupnya :-)

    BalasHapus
  41. jaim memang modal utama kita untuk dihargai orang yang ada disekitar kita..thx udah berkunjung gan...

    BalasHapus
  42. sore" mampir dimari dulu lah..°˚˚ºo(•̃͡-̮•̃͡) hέhέhέ (•̃͡-̮•̃͡)oº˚˚°

    BalasHapus
  43. Jaim sih boleh saja kan tidak di larang dan juga tidak ada aturan yg harus di ta'ati.

    BalasHapus
  44. hehe...wah baru tahu saya kalau ada jaim positif dan jaim negatif.... walau sedikit kurang faham tapi saya mencoba tuk memahami arti jaim dari kacamata ilmiah mbak maria...hehe

    BalasHapus
  45. salam kenal ah untuk jaim .....

    BalasHapus
  46. jaim kira-kira sama nggak dengan jaga gengsi ya mbak

    BalasHapus
  47. kunjungan pagi... sambil baca lagi

    BalasHapus
  48. ikutan nampang disini juga ah tak payah malu-malu or jaim jaim an mending apaadanya

    BalasHapus
  49. Jaim bagus juga dilakukan tapi dengan syarat untuk hal-hal yang positif... btw siapa yang pertamakali menemukan kata "jaim"ya?

    BalasHapus
  50. bener banget tuh,,, jaim juga perlu asal bisa menempatkan pada tempatnya,, harus bisa disesuaikan,, dan memang benar sekarang kebanyakan jaim dinilainya dari sisi negatif nya saja ,, :)

    BalasHapus
  51. Nah bener banget ini. seperlunya saja laah menggunakan kata jaim.
    seperti saya yang menggunakan kata jaim saat saya sedang bersama gebetan *ehh.
    terimakasih dan salam kenal :)

    BalasHapus
  52. Jaim itu sama dengan mempersulit diri.. yah ada benerya jg dan memang susah dilakukan tapi untuk kebaikan hub dg orang lain knp tidak? Karena manusia diciptakan dengan 2 kemauan.. mengikuti kodrat dan melawan kodrat. Saya lebih salut sama orang yang jaim karena lebih kepada tujuan menyelamatkan dirinya dari komentar yg tidak baik.

    Salam.

    BalasHapus
  53. Gan comment kalian keren gan coba dech gabung disini gak http://goo.gl/0YIxov senangnya berbagi dengan semuanya :) ;)

    BalasHapus