Kamis, 02 Agustus 2012

AKU, DIAM, dan RAMADHAN


Memilih diam dan sepi sementara
Dalam pesona indahnya ramadhan
Memilih untuk tidak berucap kata
Yang melahirkan berjuta apologi tentangmu

Sejenak menghilang dari tawa yang menyergap
Menyelami makna rinai-rinai kecil
Yang dulu menuntun langkah menemuimu
Dan semoga diam melunturkan karat air mata

Di siklus episode kehidupan kemarin
Kelalaian menyergap di usir canda tawa dan ketakpedulian
Lupa telah menaruh Tuhan di mana
Gerak hidup meninggalkanNya jauh tertelan jejaring sosial

Jadi, saatnya sekarang 
Menciptakan bisu untuk penjarakan makna


Berpadu dengan gerimis yang menyanyi
Mencoba memunculkan tafsir baru atas diam
Hingga nanti aku akan mengapung dalam senyap

Mungkin bisu ini akan termakan waktu
Menjauh dari segala macam teori tentangmu
Menjadi tipis dari pandangan
Dan akan lenyap bagai asap

Akan ada dedahan kalimat tudingan
"Diam adalah kecurangan"

Biar...
Diam akan membawanya pergi
Menghindar dari kecemasan yang beranak pinak

Biarkan seleksi Tuhan bekerja
Dengan asa yang cuma bisa di lempar ke langit...

Parepare, 2 Agustus 2012
Salam Etika

11 komentar:

  1. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke, terimakasih atas kunjungannya

      Hapus