Rabu, 23 November 2011

GEMA KARBALA di MUHARRAM


Derap Langkah kaki rombonganmu,
Kian dekat menyapa teLinga,
Pekik sorak duka kian jeLas mengintai jiwa,
Panorama cinta daLam "Qurban" sejati kian dekat menusuk-nusuk mata

Duhai...
Gerangan apa bentuk tarian jiwa ini menyambutmu,

Seburam apa kaca yang ku persembahkan 
Hingga hatiku kadang LaLai dari detak2 kasihmu
AkaL ku tersedak seketika mengingat Muharram



Kuraih dukamu disetiap Muharram dengan aktuaL noL noL menganga,
Kupijak karbaLamu dengan cucuran peLuh LeLah tanpa "Qurban"
KuLewati buLanmu dengan menyebut-nyebut namamu tanpa "menyerapmu"
Duhai, gerangan cinta apa ini yang aku punya....

"Cinta" atas kebanggan karena bisa menyebut namamu di setiap majeLis??
"Cinta" atas kedunguan jiwaku tak mengenaLmu??
"Cinta" atas duka fatamorganaku??
Duhai kepura-puraanku yang keterLaLuan,

TerLempar sudah jiwaku dari haLaman kekasihku,
Jauh menempuh jarak untuk menemuinya di Muharram,
TerLeLap daLam piLu fananya hidup,
Duhai, kebodohanku yang nyata...

LaLu kini gema Muharram kembaLi menepuk-nepuk,
Terbayang tepi sungai Furat yang berdarah,
Terngiang tangisan piLu putra-putri Bani Hasyim yang di hinakan,
Cadur dan hati mereka di robek...

Kesedihan mengguncang bumi dan Langit,
Ksatria KarbaLa meregang daLam cinta,
Mawar-mawar karbaLa bergerak daLam duka,
Di keranda bumi tanpa keLopak.

Bukan dan tidak hanya Muharram,
Bukan dan tidak hanya KarbaLa,
Bukan dan tidak hanya Asyura,
SeLayaknya dirimu bergema daLam "nyanyian" dan "tarian" jiwa,
karena Husain As piLar CINTA 

saLam atasmu duhai Raja KarbaLa,
saLam atasmu duhai Ksatria KarbaLa,
saLam atasmu duhai Raja Kesyahidan
Laknat ALLah atas Yazid....

10 komentar: