Kali ini saya ingin bebagi sedikit pengalaman semasa kuliah dahulu.
Saya memiliki seorang teman, sahabat, serasa sudah seperti saudara. Beliau banyak sekali memberi pengaruh tidak hanya dalam struktur pengetahuan saya, tetapi juga semangat, dan metode gerakan, bisnis, bahkan sampai menu masakan. Wah, sekiranya dia sebuah toko maka akan layak disebut "TOKO SERBA ADA" hehehe :) (Semoga saja orang nya tidak baca, ntar gue di jitak lagi)
Salah satu yang saya ingin bagi adalah beliau berhasil menularkan ke saya kesukaannya menikmati Teh hangat tanpa gula. Seingat saya waktu itu beliau senang membeli teh yang kiloan di supermarket, yang bentuknya masih asli serpihan-serpihan daun teh kering. Sehingga perlu di rebus dahulu ketika akan di sajikan. Mungkin bagi teman-teman yang lain, hal ini sudah biasa berhubung disana ada kebun teh. Tetapi di Sulsel terkhusus di Makassar itu tidak biasa karena kebanyakan yang di konsumsi adalah teh yang sudah di olah pabrik tertentu. Meskipun di Malino, Kabupaten Gowa ada kebun teh (kalau tidak salah hehehe).
![]() |
| Gugel Punya |

.jpg)

.jpg)
