Jumat, 16 Desember 2011

NASEHAT YANG MEMBAWA PETAKA

PenyesaLan

Sayyid Ni'matullah al-Jazairi rahimahullah berkata, bahwa  seorang yang sangat dipercayainya menuturkan sebuah cerita kepadanya: Ada seorang laki-laki di Kota Isfahan yang memiliki seorang istri.


Pada suatu hari, dia terlibat pertengkaran sengit dengan istrinya, sehingga –-karena tidak dapat menguasai amarahnya yang meluap-luap, dan membabi-buta—dia memukulnya dengan tongkat keras-keras. Akan tetapi, akibatnya sungguh tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Rabu, 14 Desember 2011

BAHLUL DAN TAHTA RAJA




Bahlul, si tolol yang bijaksana, sering menyembunyikan kecendekiaannya di balik tabir kegilaan. Dengan itu, ia dapat keluar masuk istana Harun Al-Rasyid dengan bebasnya. Sang Raja pun amat menghargai bimbingannya.



Suatu hari, Bahlul masuk ke istana dan menemukan singgasana Raja kosong. Dengan enteng, ia langsung mendudukinya. Menempati tahta Raja termasuk ke dalam kejahatan berat dan boleh dihukum mati. Para pengawal menangkap Bahlul, menyeretnya turun dari tahta, dan memukulinya. Mendengar teriakan Bahlul yang kesakitan, Raja segera menghampirinya.

Selasa, 13 Desember 2011

ABU HANIFAH DAN SI BAHLUL

sebuah perumpamaan
Suatu hari, Abu Hanifah (pendiri Mazhab Hanafi) mengajar di sebuah perguruan tinggi. Bahlul duduk di sebuah sudut ruangan, mendengarkan pelajaran Abu Hanifah. 

Ditengah-tengah pelajarannya, Abu Hanifah berkata, “Imam Ja’far Shadiq (salah satu Imam dalam Mazhab Ahlul Bait) mengatakan tiga hal yang aku tidak menyetujuinya. 

Senin, 12 Desember 2011

KITA SAMA, ADA...



Kita bicara dengan bahasa yang sama,

Kita meLihat dunia dengan cara yang sama,

Kita sama-sama saLing meLengkapi ketidaksempurnaan,

Kita sama-sama memiLiki hati untuk menampung cinta,

Kita sama-sama meninggikan cinta di atas segaLanya,

Dengan mu, AKU ADA

LaLu meLebur daLam ADA yang sama...

Senin, 05 Desember 2011

KARBALA duka CINTA

Hari ini, 9 Muharram 1433 H
Sekedar untuk kau baca keLak,
Dikau yang beLum Lagi Lahir,
Yang ku nanti kehadirannya segera,

KetahuiLah, bahwa
Seseorang di beberapa masa yang siLam
Di hari yang sama dengan hari ini
Berada di sebuah tempat dengan Linangan duka

Bermandikan debu, panas mentari
Dan dikenyangkan doa dan rintihan
Itu sudah berLangsung sembiLan hari sayang
Dan hari ini hari ke sembiLan, duka tak Lepas dari mereka

BeLiau datang bersama dengan rombongan keLuarga dan sahabat2nya,
Atas undangan orang2 Kufah untuk menerima bai'at mereka
Saat ini beLiau di padang KarbaLa,
Menanti kesyahidan, qurban sejati

PerLu kau ketahui sayang,
BeLiau adaLah AL Husain As, cucunda RasuL SAWW

Waktu itu,
Para binatang berwujud manusia
Menganiaya dan mencabik-cabik tubuh beLiau
Tubuh yang tak henti RasuL menciumnya
Tak bosan Bunda Zahra As menatapnya

Dia yang menjemput syahadah dengan bibir yang kekeringan
Dia yang menjemput syahadah tanpa kepaLa
Dia yang menjemput syahadah dengan hati terkoyak
Menyaksikan pengorbanan orang2 yang dicintainya.

Sayang,
Aku hanya mencoba mengingatkanmu tentang kisah ini,
Karena tentunya, saat engkau membacanya sekarang ini,
Aku teLah menceritakan kisah Lengkapnya...

Semoga bermanfaat anakku sayang :)
ShaLawat